Kamis, 25 November 2010

Hukum Facebook

BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sosial, adalah merupakan salahsatu daripada kenyataan-kanyataan historis, bahwa aspek-aspek kehidupan sosial itu sosial itu keadaannya selalu berubah-ubah, mengikuti perubahan waktu, tempat dan keadaan. Dan oleh karena syariah atau hukum itu salah satu aspek dari aspek-aspek kehidupan sosial, yang dengan sendirinya diantara kehidupan sosial dengan hukum itu empunyai efek-efek yang saling mempengaruhi.
Seperti halnya yang kita jumpai pada kehidupan sosial sekarang. Banyak hal-hal yang baru yang menjadi perdebatan mengenai hukum-hukumnya dalam syariat, seperti adanya media elektronika, yang pada masa Nabi, shahabat dan ulama-ulama setelah mereka belum ada dan pada masa jauh setelah mereka baru muncul, yang berdampak pada kehidupan sosial, seperti yang ada pada akhir-akhir ini, yaitu tentang status hukum syariat pada banyak hal yang baru tersebut yang diantaranya media elektronika dan komunikasi, seperti hand phone, TV, intenet, facebook dan lain-lain.
 Facebook memang sebuah fenomena tersendiri di zaman sekarang ini. Konon sudah berpenduduk 150juta. Sudah masuk top ten negara dengan penduduk terbanyak (jika dibandingkan). Melejitnya jumlah pengguna Facebook di Indonesia ini ternyata menarik perhatian para ulama dan kiyai di negeri ini. Setidaknya sekitar 700 ulama se-Jawa Timur sempat berkumpul untuk membahas hukum penggunaan facebook .
Rupanya para tokoh Islam sedikit khawatir bahwa meluasnya jejaring sosial tersebut juga dapat berdampak negatif. Misalnya mereka takut kalau digunakan untuk transaksi negatif seperti seks terselubung.
Padahal sebenarnya facebook nyaris punya kemiripan dengan berbagai media elektronik lain, seperti televisi, radio, telepon serta internet. Semua itu pada dasarnya bebas nilai, kecuali setelah diisi dengan berbagai konten. Kalau kontennya bermuatan positif, tentu hukumnya halal. Sebaliknya, kalau kontennya bermuatan negatif, tentu saja hukumnya menjadi menjadi haram atau setidaknya menjadi makruh.

Tafsir Ahkam

Surat al-Fatihah,
Makna ijmali:
Surat al fatihah mengandung segala pujian kepada Allah SWT. Sebagai tuhan yang menjadikan alam semesta, Yang Maha Agung, Maha Adil, dan maha Pengampun. Juga mengandung makna syukur yang sebenarnya dan sangat mendalam keagungannya. Sebagai segala pancaran kandungan al-Qur’an dan inti daripada al-Qur’an tersebut serta bukti bahwa manusia dan segenap makhluk semuanya tidaklah mempunyai sesuatu apapun kecuali tunduk kepada keagungan Allah SWT.
Hikmah tasyri’:
Al-Fatihah adalah pencakup segala apa yang ada dalam al-Quran dan segala aspeknya baik berupa hukum, aqidah I’tiqad dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan namanya (al-Quran al-Adhim) dikarenakan ia mencakup keseluruhan al-Qur’an.
Sihir
Makna ijmali: 
Surat al-Baqarah ayat 101-103
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

PENDEKATAN DIDALAM MEMAHAMI AGAMA

KATA PENGANTAR
Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji dan syukur bagi Allah swt yang dengan rido-Nya kita dapat menyelesaikan makalah ini dengna baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad saw yang dengan do'a dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar.
Dalam makalah ini, penulis akan menguraikan tentang pendekatan di dalam memahami agama-agama yang kita ambil dari berbagai sumber yang kami baca. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari. Berbagai teknik dan intrik kami kemas dalam laporan ini, dan juga kami berharap bisa dimafaatkan semaksimal mugkin.
Sebagai mahasiswa saya mengharapkan bimbingan, bantuan, saran dan dukungan dari Bapak Ibu dosen serta pihak lain agar makalah ini bisa berhasil dan berguna bagi kita semua. Amin.
Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini tentu banyak kekurangannya, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

BAB I
PENDAHULUAN
Dewasa ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang kesalehan atau berhenti sekedar disampaikan dalam khotbah, melainkan secara konsepsional menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah.
Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan teologis normative dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lain, yang secara oprasional konseptual, dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.
Berkenaan dengan pemikiran diatas, maka pada bab ini pembaca akan diajak untuk mengkaji berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama. Hal demikian perlu dilakukan, karena malalui pendekatan tersebut kehadiran agama secara fungsional dapat dirasakan oleh penganutnya, sebaliknya tanpa mengetahui berbagai pendekatan tersebut, tidak mustahil agama menjadi sulit dipahami oleh masyarakat tidak fungsional, dan akhinya masyarakat mencari pemecahan masalah kepada selain agama, dan hal ini tidak boleh terjadi.
Berbagai pemdekatan tersebut meliputi pendekatan teologis normative filosofis. Tapi disini tim penulis hanay menguraikan tentang pendekatan sosiologi, filosofis, historis, psikologi dan kebudayaan karena pendekatan yang lain sudah dijelaskan pada bab pendekatan didalam memahami.
Adapun yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama. Dalam hubungan ini Jalaluddin Rahmad mengatakan bahwa agama dapat diteliti dengan menggunakan berbagai paradigma. Raelitas keamanan yang diungkapkan mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan kerangka paradigmanya, karena itu tidak ada persoalan apakah penelitian agama itu penelitian ilmu social, penelitian legalistic atau penelitian filosofis.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pendekatan Sosiologis.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan "antara manusia yang menguasai hidupnya itu, sosiologi mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta berubahnya perserikatan" hidup itu serta pula kepercayaannya, keyakinan yang memberi sifat tersendiri kapada cara hidup bersama itu dalam tiap persekutuan hidup manusia. Sementara itu Soerjono Soekarno mengatakan sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap persoalan penilaian. Sosiologi  tidak menetapkan kearah aman sesuatu sharusnya berkembang dalam arti memberi petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama tersebut. didalam ilmu ini juga dibahas tentang proses-proses social mengingat bahwa pengetahuan prihal structural masyarakat saja belum cukup untuk memperoleh gambaran yang mengenai kehidupan bersama dari manusia.
Dari dua definisi tersebut terlihat bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang menggambarkan tentang keadaan masyarakat lengkap dengan struktur lapisan serta gejala social lainnya yang saling berkaitan. Dengan ilmu ini sesuatu fenomena social dapat dianalisis dengan factor-faktor yang mendorong terjadinya hubungan, mobilitas social serta keyakinan-keyakinan yang mendasari terjadinya proses tersebut.
Selanjutnya sosiologi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami agama. Dalam agama islam dapat dijumpai peristiwa nabi Yusuf yang dahulunya budak, lalunya akhirnya bisa menjadi penguasa di Mesir. Mangapa dalam melaksanakan tugasnya nabi Musa harus dibantu oleh nabi Harun, dan masih banyak lagi contoh yang lain. Beberapa  peristiwa tersebut baru dapat dijawab dan sekaligus dapat ditemukan hikmahnya dengan ilmu social.

PANDUAN MATERI UJIAN SEKOLAH

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH
SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH
TAHUN 2004/2005
Mata Pelajaran : Sosiologi
Program Studi : IPS
Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Bentuk Penilaian : Tertulis
Standar Kompetensi Lulusan : (3) Siswa mampu menganalisis proses sosialisasi dalam
pembentukan kepribadian.
Ruang Lingkup Materi : Perilaku menyimpang.
Indikator : Siswa mampu membedakan perilaku menyimpang primer
dan sekunder.
No. Soal : 2
Contoh Soal :
Perhatikan pernyataan berikut!
1. Siswa meninggalkan kelas pada jam pelajaran tanpa alasan
2. Siswa terlambat datang ke sekolah
3. Anak laki-laki memakai anting
4. Anak muda mabuk-mabukan di cafe
5. Siswa yang nyontek di kelas
Dari pernyataan di atas yang termasuk perilaku menyimpang primer adalah nomor ....
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
e. 4 dan 5
Kunci : B
Pan